Jumat, 29 Maret 2024

NONGKRONG ITU NGGAK PENTING

Rasanya semua kalangan pernah mendengar istilah "Nongkrong" dari anak muda hingga orang tua. Tapi dari mana istilah itu berasal? Tampaknya tak semua orang tahu secara spesifik asal usulnya tapi mengerti esensi dari nongkrong itu sendiri.
Menurut KBBI, kata “nongkrong” yang biasa kita kenal untuk menggambarkan acara berkumpul bersama teman, ternyata memiliki arti “berjongkok”. Tapi, kalau sekarang, “nongkrong” sudah beralih makna, bisa aja jadi cuma berkumpul di kafe atau jalan-jalan di mall aja tanpa harus melakukan posisi jongkok.

Bagi kita saat ini nongkrong diibaratkan dengan kongkow-kongkow atau kumpul-kumpul bersama orang terdekat. Kegitan yang sering dilakukan banyak orang untuk sekedar menghilangkan penat dalam rutinitas, berbagi cerita menarik atau bahkan membahas hal serius. Nongkrong tidak terikat waktu, kapan saja bisa dilakukan tergantung jam santai orang-orang yang melakukannya.

Suasana tongkrongan ada berbagai macam tergantung dimana tempat dan konsep yang ditawarkan. Ada yang suka indoor, ada yang suka outdoor. Konsep tempat nongkrong banyak sekali jenisnya, mulai dari yang paling sederhana yaitu nongkrong di warung depan rumah, coffee shop, cafe, dll. Ada yang menjual makanan dan minuman ringan, kopi, hingga makanan berat sekalipun sebagai pelengkap dalam kegiatan "Nongkrong."

Tapi apakah kalian terjekut dengan judul artikel ini "Nongkrong Itu Nggak Penting." Ya kalian tidak salah baca, nongkrong itu nggak penting bagi sebagian orang karena hanya buang-buang waktu, nongkrong itu buang buang duit kata si hemat, nongkrong itu bikin pusing kata si introvert. Tidak demikian, dalam hal ini istilah nongkrong itu nggak penting jika hanya akan membuat kita minder, negative thinking, dan pulang sehabis nongkrong bukannya fresh tapi malah overthinking. Kita lupakan dulu si hemat & si introvert, mari kita kulik sedikit dunia pernongkrongan.

Dengan trend yang terus update, anak-anak muda atau anak nongkrong kini beradu outfit atau pakaian yang dikenakan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Siapa yang paling update mengenakan outfit kekinian akan dipandang paling keren di tongkrongan.
Bukankah esensi dari nongkrong itu adalah berkumpul tanpa ada syarat kecuali cukup berbelanja di tempat nongkrong dan menikmati fasilitasnya. Jika demikian adu outfit bikin nongkrong itu jadi nggak penting dan nggak asik karena secara tidak langsung akan memiliki syarat untuk diterima di tongkrongan.

Selain outfit, ada lagi hal yang bikin nongkrong itu jadi nggak penting dan nggak asik. Ketika ada teman kamu lagi ngomongin orang di meja sebelah ketika kita nongkrong di coffee shop atau di cafe meskipun mereka nggak mengusik kita.
Menganggap diri sendiri paling oke dan merendahkan orang lain hanya karena mereka berbeda dengan kita, baik dari segi makanan atau minuman yang di beli, cara komunikasi mereka dengan teman-temannya, dan karena tongkrongan mereka terlihat lebih seru. Bukankah lebih asik kita membahas topik yang hanya ada di inner circle kita sendiri tanpa mempedulikan meja sebelah kecuali mereka sangat mengganggu. Ini akan memantik rasa emosi, rasa sinis, dan cenderung iri terhadap orang lain yang membuat diri kita rugi nongkrong, maunya cerita masalah hidup sama sahabat eh malah temen kita marah-marah ga jelas, rugi dong, yang bener aja.

Ada satu lagi hal yang tanpa kita sadari tapi membuat otak kita lelah berpikir setelah nongkrong jika ada salah satu atau lebih temen kita pada ngegosipin orang yang kita nggak kenal.
Gak asik banget kan tiba-tiba dengar cerita seseorang yang nggak kita kenal, entah itu ceritanya benar atau salah yang harus kita dengar. Tentu saja maj kita ngilangin lelah setelah kerja malah ditambah pikiran negatif, asli akan membuat istilah Nongkrong itu jadi nggak penting karena menghidupkan keinginan untuk bergosip hal yang tidak ada pengaruhnya ke kehidupan kita. Don't hate stay great, kata anak gaul.

Semua yang kalian baca diatas adalah sudut pandang dari kacamata penulis, saya yakin pasti ada yang tidak setuju dengan opini diatas. Sah-sah saja jika demikian, toh ini hanya sebuah artikel yang berisi opini yang penulis pernah rasakan. Harapannya nongkrong di era sekarang akan menjadi salah satu jenis healing terbaru dan termurah.
Nikmati nongkrong dengan positif vibes, positive thinking selagi ada tempat dan teman-temannya, dan tetaplah menjadi keren tanpa menjatuhkan dan menjelekkan orang lain. Salam anak nongkrong.

Sumber pustaka ;

Selasa, 24 September 2019

BAHAGIA NIKMAT SADEL

Panas meredup menjadi hangat, dimana siang menjelang sore seorang lelaki mulai mengenakan pakaian santai dengan sepatu karet dan mulai mengeluarkan sepeda dari garasinya.
Keluar rumah dengan senyum sapa kepada tetangga sembari mulai menaiki sepedanya.

Dua roda berputar setelah pedal dikayuh dan mengantarkan lelaki itu berkeliling kota. Ban yang kecil membuat laju semakin kencang disetiap turunan jalan. Sesekali ia melihat sekitar ketika masih duduk di sadel sepedanya dan menikmati udara bercampur asap kendaraan. Tanjakan perlahan dilahap pelan, badannya pun basah dengan keringat bercucuran. Otot kakinya mulai mengeras setelah beberapa jam melibas jalan perkotaan.

Jelas sekali yang awalnya nyaman, namun semakin lama rasa sadel sepeda yang diduduki lelaki itu juga terasa semakin mengecil, menipis dan tajam. Tolakan pedal yang awalnya ringan menjadi beban berat tubuhnya dan lemas kakinya.
Lelaki itu memutuskan untuk kembali pulang dengan rasa yang berbeda namun dengan senyum yang sama. Haus tidak terelakkan, lalu bergegas mendekati kulkas niat mengambil minuman.

Malang, tiada satupun botol air yang ditemukan kecuali sebungkus mie instan. Tanpa pikir panjang ia memutuskan akan membeli air mineral di minimarket dekat rumahnya dengan menunggangi sepeda bermesin tanpa transmisi yang ia miliki sejak lama.

Keajaiban dari mana datangnya, lelaki itu tertawa kecil sendirian, bahagianya tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Senyum sumringah merekah di bibirnya. Sensasi positif jelas ada pada dirinya setelah mulai mengendarai motor matic miliknya. Sangat sederhana setelah berkendara dengan sepeda gayung kini ia mengendarai sepeda motor. Sadel motornya pun terasa sangat besar, lebar dan empuk. Kedua kakinya hanya tinggal diam setelah gas motor ditarik dan perlahan motor melaju. Nyamannya luar biasa duduk di sadel motor setelah lama bersepeda. Tanpa keringat lagi ia akan sampai ditujuan.

Jika sekilas ini memang sepele, namun mendalami dan menikmati hal sederhana pasti akan mendatangkan kebahagiaan dengan cara yang sederhana pula. Tiada tindakan yang terabaikan dari lelaki itu, semua mengalir dan ia nikmati.

Ttd.

@indraant